MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
A.Pengertian Manusia
Manusia
atau orang dapat diartikan
berbeda-beda dari segi biologis,
rohani,
dan istilah kebudayaan, atau secara campuran.
Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo
sapiens (Bahasa
Latin yang berarti
"manusia yang tahu"), sebuah spesies primata
dari golongan mamalia
yang dilengkapi otak
berkemampuan
tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa
yang bervariasi di mana,
dalam agama,
dimengerti dalam hubungannya dengan
kekuatan ketuhanan atau makhluk
hidup; dalam mitos,
mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi
kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan
bahasanya,
organisasi mereka dalam
masyarakat majemuk
serta perkembangan teknologinya, dan terutama
berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga
untuk dukungan satu sama lain serta
pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah
berdasarkan jenis kelaminnya.
Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki
atau perempuan.
Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra
dan laki-laki dewasa sebagai pria.
Anak muda perempuan dikenal sebagai putri
dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan
yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk
hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan
XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga:
keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh;
teman; musuh) dan lain sebagainya.
B. Pengertian Hakekat Manusia
Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup
yang paling sempurna,
melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang
dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu. Tuhan menanamkan akal dan pikiran
kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing – masing
dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu
tetap hidup di bumi ini. Salah
satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup
berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.
C. Kepribadian Bangsa Timur
Manusia mendiami wilayah yang berbeda dan berada di
lingkungan yang berbeda pula. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat,
kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang
lainnya. Namun secara garis besar terdapat tiga pembagian wilayah, yaitu :
Barat, Timur Tengah, dan Timur.
Kita di Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur,
yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa Timur dikenal
dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang–orang dari wilayah lain
sangat suka dengan kepribadian bangsa Timur yang tidak individualistis dan
saling tolong menolong satu
sama lain. Meskipun begitu, kebanyakan bangsa Timur masih tertinggal oleh
bangsa Barat dan Timur Tengah.
Dalam ilmu psikologi yang notabanenya berasal dari
Barat, banyak mengembangkan konsep-konsep dan teori mengenai aneka warna isi
jiwa, serta metode dan alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail
tentang variasi jiwa individu. Tetapi, tidak terlepas dari itu semua,
konsep-konsep tersebut masih kurang mengembangkan suatu konsep yang berkaitan
dengan jiwa individu dan lingkungan sosial budaya.
Oleh karena itu, Francis L.K Hsu seorang sarjana
Amerika keturunan Cina, mengembangkan suatu konsepsi tentang jiwa manusia
sebagai makhluk sosial budaya, yang ia sebut sebagai Bagan Psiko-Sosiogram
Manusia atau delapan daerah seperti lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.
Keterangan:
Nomor 7 dan 6 disebut sebagai daerah tak sadar dan
sub sadar. Tak sadar karena memang sudah tertanam jauh di dalam diri manusia
dan tak mampu disadari bahkan oleh manusia itu sendiri. Sub sadar karena
sewaktu–waktu unsur–unsur yang sudah tertanam bisa meledak keluar lagi dan
mengganggu kebiasaan sehari–hari.
Nomor 5 disebut kesadaran yang tidak dinyatakan.
Maksudnya pikiran – pikiran dan gagasan yang ada disimpan sendiri oleh manusia
tersebut dan tidak ada seorang lain pun yang dapat mengetahuinya. Nomor 4
disebut kesadaran yang dinyatakan. kebalikan dari nomor 5, ini berarti manusia
mengungkapkan kepada orang lain apa yang ada di pikirannya seperti perasaan,
pengetahuan dan sebagainya.
Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib. Di sini
manusia memiliki seseorang atau sesuatu yang dianggap bisa menjadi curahan hati
dan tempat untuk meminta bantuan. Tidak selalu manusia yang lain juga melainkan
benda, atau makhluk hidup lain pun bisa berada pada lingkaran ini. Nomor 2
disebut lingkaran hubungan berguna. Bisa dianalogikan hubungan antara murid
dengan guru, pedagang dan pembeli.
Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh yang berarti
pikiran dan gagasan manusia tentang berbagai macam hal. Nomor 0 disebut
lingkungan dunia luar yang berarti tentang pendapat dan pikiran seseorang
tentang dunia atau daerah yang belum pernah dikunjungi atau dijumpai.
D. Pengertian Kebudayaan
Budaya
Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun
kebudayaan asal asing yang
telah
ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.
Istilah
kebudayaan merupakan tejemahan dari istilah culture dari bahasa Inggris. Kata
culture berasa dari bahasa
latin colore yang berarti
mengolah, mengerjakan, menunjuk pada pengolahan tanah, perawatan dan
pengembangan tanaman
dan ternak. Upaya untuk mengola dan mengembangkan tanaman dan tanah inilah yang
selanjutnya dipahami sebagai culture.
Sementara itu, kata
kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta, buddhayah yang merupakan bentuk
jamak dari kata buddhi. Kata buddhi berarti
budi dan akal. Kamu besar Bahasa Indonesia mengartikan
kebudayaan sebagai hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budaya) manusia
seperti kepercayaan, kesenian, dan adat – istiadat.
E.B. Taylor mendefinisikan kebudayaan
sebagai hal yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum,
adapt-istiadat, kebiasaan serta kemampuan-kemampuan lain yang diperoleh manusia
sebagai anggota masyarakat.
Menurut
Koentjaningrat (1985) kebudayaan adalah
keseluruhan ide-ide, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan
masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Definisi lebih singkat
terdapat pada
pendapat Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (1964), menurut mereka
kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Bila disimak lebih seksama, definisi Selo Soemardjan
dan Soelaeman Soemardi lebih menekankan pada aspek hasil material an
kebudayaan. Sementara Koentjaraningrat menekankan dua aspek kebudayaan yaitu
abstrak (non material) dan konkret (material. Pada definisi Koentjaraningrat,
tampak bahwa kebudayaan merupakan
suatu proses hubungan manusia dengan alam dalam rangka memenuhi kebutuhan
hidupnya baik jasmaniah maupun
rohaniah. Dalam proses tersebut manusia berusaha mengatasi permasalahan dan
tantangan yang ada dihadapannya.
Terlepas dari
perbedaan yang ada di antara pendapat di atas. Tampak bahwa belajar merupakan
unsur penting dari pengertian kebudayaan. Seperti terlihat pula pada definisi
kebudayaan menurut Kroeber (1948). Menurutnya, kebudayaan adalah keseluruhan
realisasi gerak, kebiasaan, tata cara,
gagasan, dan nilai-nilai yang dipelajari dan diwariskan, serta perilaku yang
ditimbulkannya.
E. Unsur – Unsur Kebudayaan
Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh
unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh
unsur kebudayaan universal tersebut adalah :
- Sistem
peralatan dan perlengkapan hidup,
- Sistem
mata pencaharian
hidup
- Sistem
kemasyarakatan
- Bahasa
- Kesenian
- Sistem
Pengetahuan
- Sistem
Religi
Pada jaman modern seperti ini budaya asli negara
kita memang sudah mulai memudar, faktor dari budaya luar memang sangat
mempengaruhi pertumbuhan kehidupan di negara kita ini. Contohnya saja anak muda
jaman sekarang, mereka sangat antusias dan up to date untuk mengetahui juga
mengikuti perkembangan kehidupan budaya luar negeri. Sebenarnya bukan hanya
orang-orang tua saja yang harus mengenalkan dan melestarikan kebudayaan asli
negara kita tetapi juga para anak muda harus senang dan mencintai kebudayaan
asli negara sendiri. Banyak faktor juga yang menjelaskan soal 7 unsur budaya
universal yaitu :
1. Sistem Teknologi dan Peralatan
Teknologi semakin lama semakin luas. Karena
makin banyaknya masyarakatyang hidup modern. Teknologi sangat diperlukan
akan tetapi tidak untukmelakukan perbuatan yang melanggar norma-norma
yang berlaku. Sekarang banyak yang menyalah gunakan
alat teknologi khususnya internet.
Tidak sedikitmasyarakat yang tertipu atau melakukan perbuatan asusila
dengan internet. Haltersebut harus kita perhatikan. Jangan
sampai kebudayaan kita menjadi minus dimata negara lain. contoh lainnya
dari sistem teknologi dan peralatan adalahperalatan kantor, rumah tangga,
pertanian, nelayan, tukang kayu, peralatanibadah dan sebagainya lagi.Unsur
kebudayaan secara
universal sangat beragam. Kita bisa pelajari denganbaik maka akan dapat
banyak sekali pengetahuan yang sangat bermanfaat.
2. Sistem Mata Pencaharian Hidup
Mata pencaharian sangat diperlukan untuk setiap
masyarakat karenabermanfaat untuk memenuhi kehidupan manusia. Misalnya
kaumpegawai/karyawan, kaum, petani, nelayan, pedangan. buruh dan
seterusnya. Haltersebut merupakan mata pencaharian yang harus kita tekuni.
Contohnyamasyarakat yang hidup dipesisir pantai lebih banyak bermata
pencahariansebagai nelayan atau masyarakat yang hidup di perkotaan lebih banyak
bermatapencaharian sebagai pegawai kantoran.
3. Sistem dan Organisasi
Kemasyarakatan
Kebudayaan di Indonesia
beragam sangat banyak. Terdapat masyarakat Jawa,Sunda, Batak, Bugis
dsb. Dari macam-macam kebudayaan tersebut, perluditanamkan nilai-nilai
kemanusiaan yaitu membiasakan bergaul dengankebudayaan yang lain.
Dan saling berinteraksi dengan rukun. Di Indonesiabanyak terdapat
kebudayaan yang harus di lestarikan bersama. Jangan kitasaling bersaing untuk
kepentingan pribadi dengan kebudayaan lain, karena itusama saja kita memecahbelahkan
kebudayaan yang sudah ditanam oleh leluhursebelumnya.
4. Bahasa
Kebudayaan yang beragam sangat berpengaruh pada
bahasa yang dipakainya.Contohnya bahasa Inggris,
Jerman, Italia, Sunda, Jawa, dsb. Dari banyak bahasatersebut kita dapat
mempelajarinya untuk pengetahuan yang lebih luas. Tidakhanya bahasa yang
dipelajari berasal dari bahas luar negri saja, tetapi bahasadari negri
Indonesiapun perlu kita pelajari untuk melestarikan kebudayaan yangada di
Indonesia.
5. Kesenian
Salah satu ciri khas dari kebudayaan adalah
kesenian. Banyak hal yang bisa kitapelajari mengenai kesenian. Misalnya
seni sastra, lukis, musik, tari, drama, kriadan lain sebagainya. Hal
tersebut bagian dari khas yang dimiliki setiap daerahmaupun setiap negara.
Misalnya untuk kesenian musik. Kita bisa mengetahuidan mencari musik yang
khas dari setiap daerah maupun negara. Contohnyalagu-lagu daerah ampar-ampar
pisang yang berasal dari Kalimantan Selatanyang menjadi ciri khas dari daerah
tersebut.
6. Sistem Pengetahuan
Ada banyak sistem pengetahuan misalnya
pertanian, perbintangan,perdagangan/bisnis,
hukum dan perundang-undangan, pemerintahaan/politikdsb. Hal tersebut
juga bagian dari kebudayaan. Kita wajib mempelajarinyakarena dengan
adanya sistem pengetahuan kita menjadi tahu dunia luar dansangat bermanfaat
untuk kehidupan karena berpengaruh pada pekerjaanseseorang untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Tidak perlu semua kita pelajaricukup beberapa saja
kita kuasai, maka akan banyak informasi yang kita dapat.
7. Sistem Upacara Keagamaan
Setiap kebudayaan terdapat kepercayaan yang
dianut. Kepercayaan yang dianutdi Indonesia ada 5, yaitu Islam, Kristen
protestan, Katolik, Hindu dan Budha. Darikelima agama tersebut terdapat upacara
keagamaan yang berbeda-beda. Akantetapi untuk masyarakat yang tinggal
dikota upacara keagamaan sepertinyasudah tidak dilaksanakan lagi kecuali
dalam hal-hal tertentu saja. Sedangkanmasyarakat yang tinggal didesa masih
banyak yang melaksanakan upacarakeagamaan tersebut.
F. Wujud Kebudaayaan
Tiga Wujud Kebudayaan Menurut Dimensi Wujudnya
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan
menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
1. Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang
berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan
sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud
kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga
masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk
tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan
buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
2. Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu
tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula
disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari
aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta
bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat
tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat
diamati dan didokumentasikan.
3. Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa
hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat
berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan
didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu
tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud
kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan
karya (artefak) manusia.
G. Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan sebagai karya mnusia yang memiliki sistem
nilai.
Menurut C.Kluckhon dalam karyanya Variation in Value Orientation(1961) sistem
nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, universal memiliki 5masalah pokok
kehidupan manusia yaitu:
1.Hakekat Hidup manusia
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem : ada yang berusaha
memadamkan hidup, adapula dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup
sebagai suatu hal yang baik.
2.Hakekat karya Manusia
Setiap budaya hakekatnya berbeda-beda, diantaeanya da yang beranggapan bahwa
kerya bertujuan untuk hidup, karya memeberikan kehormatan dan tahta, karya
merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3.hakekat Waktu manusia
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang berpandangan
mementingkan orientasi masa lampau, ada yang berorientasi pada masa kini, ada
pula yang masa depan.
4.Hakekat alam manusia
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengxploitasi alam dan
memanfaatkan alam sebaik mungkin. Ada juga yang menganggap manusia harus
selaras dengan alam dan menyerah pada alam.
5.Hakekat hubungan Manusia
Dalam hal ini da yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, adpula yang
berpandangan individualis.
H. Perubahan kebudayaan
Apa itu perubahan kebudayaan? Perubahan kebudayaan
dalam masyarakat yaitu: gejala perubahan pola hidup, kebiasaan dan struktur
sosial dalam masyarakat yang disebabkan oleh beberapa faktor. Perubahan
kebudayaan ini merupakan hal alami yang terjadi di masyarakat dikarenakan sifat
alami manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.
perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan
pola budaya dalam suatu masyarakat yang terjadi karena adanya perubahan
komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti
perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan
faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan
pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Menurut Hirschman, kebosanan manusia
sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Seperti yang telah disebutkan di atas, perubahan jumlah penduduk merupakan
salah satu penyebab perubahan kebudayaan secara intern, baik itu dikarenakan
kelahiran, kematian ataupun perpindahan (migrasi). Perpindahan penduduk
merupakan salah satu penyebab yang patut diperhitungkan. Biasanya masyarakat
pendatang cenderung membawa kebudayaan asalnya. Hal ini menyebabkan terjadinya
pergeseran kebudayaan masyarakat asal dan terjadi pembauran kebudayaan. Hal ini
diperkuat jika kebudayaan yang dibawa tampak lebih modern dan lebih menarik.
Sebagai contoh masyarkat ibu kota yang melakukan migrasi ke daerah, cenderung
memamerkan hal – hal baru yang dimiliki dan membawa kebudayaan kota yang biasa
dilakukan ke daerah. Hal ini ditunjang oleh kemajuan teknologi, sehingga
masyarakat daerah tertarik dan cenderung mengikuti pola, kebiasaan dan
kebudayaan tersebut. Akan tetapi, tidak semua kebudayaan yang di bawa membawa
pengaruh positif. Contoh lain yaitu adanya penemuan baru merupakan salah salah
satu penyebab perubahan kebudayaan secara internal. Handphone merupakan salah
satu temuan yang mengubah kebiasaan masyarkat dalam berkomunikasi. Masyarakat
yang semula menggunakan surat sebagai sarana berkomunikasi, saat ini telah
beralih menggunakan handphone. Bahkan handphone bukan lagi barang mewah.
Contoh lain penyebab perubahan kebudayaan secara eksternal adalah masuknya
kebudayaan barat ke Indonesia dengan sangat mudah seperti perayaan Valentine,
April mop, dan Halloween . Media masa, merupakan salah satu sarana utama
masuknya kebudayaan tersebut dan berbaur dengan kebudayaan kita. Sebagian besar
masyarakat Indonesia saat ini selalu merayakan Valentine sebagai hari kasih
sayang, tanpa mengetahui asal muasal dan tujuan kebudayaan tersebut. Pada
umumnya mereka hanya menirukan kebiasaan yang dilakukan masyarakat barat untuk
memberikan kado, tanda kasih sayang ke orang – orang spesial seperti yang
dilakukan di film, televisi ataupu di artikel – artikel majalah. Hal ini sangat
mengubah kebiasaan masyarakat kita. Buktinya setiap bulan Februari seluruh
pusat perbelanjaan di Indonesia selalu dipenuhi oleh pernak pernik Valentine,
setiap stasiun televisi menyiarkan berbagai film romantis, dll. Akan tetapi,
kebudayaan tersebut juga memberikan dampak negative untuk masyarakat Indonesia.
Terbukti dengan banyaknya remaja di tangkap saat merayakan Valentine dengan
minuman keras dan seks bebas.
Masyarakat pada umumnya memang cenderung untuk menirukan hal – hal baru yang
dianggap canggih, menarik dan menyenangkan, tanpa memikirkan dampaknya. Hal ini
sudah sepatutnya diwapadai. Seiring dengan perkembangan teknologi dan
komunikasi yang memudahkan setiap orang berkomunikasi dengan orang lain antar
daerah, antar pulau, antar negara bahkan antar benua tidak menutup kemungkinan
masuknya kebudayaan – kebudayaan asing kedalam masyarakat tersebut dan berbaur.
Ditambah pula kesadaran generasi muda untuk mempertahankan kebudayaan asli yang
semakin menurun memungkinkan hilangnya kebudayaan asli dari setiap masyarakat,
khususnya masyarakat Indonesia. Hal ini menuntut kepedulian dan perhatian lebih
lanjut agar masyarakat Indonesia dapat mempertahankan kebudayaan – kebudayaan
positif yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia di masa – masa mendatang.
I. Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan
yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan
yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya
secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari
kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia
dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan
dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi
ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu
manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan,
fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka
manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan
kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah
produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang
menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya.
Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya Manusia
Sumber :
1. Secara
biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang
berarti......
a. manusia yang perkasa
b. manusia yang lemah
c. manusia yang tahu*
d. manusia yang tidak tahu apa apa
2. Salah
satu hakekat manusia adalah, kecuali.....
a. manusia sebagai makhluk sosial
b. hidup berdampingan satu sama lain
c. berinteraksi
d. menyendiri*
3. Seluruh
kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah
ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945 adalah pengertian
dari....
a. kebudayaan nasional
b. kebudayaan lokal
c. kebudayaan asing
d. kebudayaan Indonesia*
4. kata
kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta, buddhayah yang merupakan bentuk
jamak dari kata buddhi. Kata buddhi berarti
a. budi
b. akal
c. budi dan akal*
d. semua jawaban salah
5. Koentjaraningrat
(1985) menyebutkan ada tujuh unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi
pokok kebudayaan. Salah satu Ketujuh unsur kebudayaan universal tersebut adalah
kecuali.....
a. Sistem peralatan dan
perlengkapan hidup
b. Sistem Sosialisasi*
c. Sistem mata pencaharian hidup
d. Sistem kemasyarakatan